Dakar telah memasuki seri maraton: para peserta bertarung sendirian

Dakar telah memasuki seri maraton: para peserta bertarung sendirian
Seri maraton itu rasanya seperti mengapung di luar angkasa. Pertolongan eksternal tidak diizinkan. Tidak ada satu pun crew yang nampak di sepanjang seri maraton ini. Para pembalap dan para ahli navigasi hanya dibekali dengan buku panduan jalan yang mereka harus lalui, bensin yang terisi penuh, dan bentangan daratan Bolivia yang terbuka lebar. Para peserta telah meninggalkan La Paz hingga akhirnya sampai di “Sala de Uyuni”, sebuah dataran yang mengandung gram yang sangat unik. Dengan hadirnya cuaca buruk di beberapa hari yang lalu, seri ketujuh special stage telah dipersingkat rutenya menjadi 160 kilometer. Pembalap dari TGRSA, Giniel de Villiers #302 melewati garis akhir pada posisi ketiga dan pembalap dari Overdrive Toyota, Nani Roma #305 melewati garis akhir di posisi kelima; dengan hasil itu Nani berada di urutan ketiga dalam klasmen sementara di kategorinya.

Berbicara mengenai daya tahan dan mengatur agar kepala dapat berfikir secara dingin; seri maraton merupakan sebuah tantangan yang sangat besar bagi para peserta. Para peserta tidak diizikan untuk menservis kendaraan mereka selama seri maraton berlangsung. Situasi seperti ini membuat kemungkinan hasil akan mereka dapat adalah “menang atau kalah”. Setelah para pembalap dan para ahli navigasi meninggalkan La Paz bivouac, mereka akan menjadi pembalap dan ahli navigasi sekaligus menjadi mekanik bagi kendaraan mereka sendiri. Untuk peserta seperti Xavier Fox #331, yang mengendarai Land Cruiser di kesehariannya tentu tidak akan menemukan masalah pada saat mengendarai Land Cruiser dalam seri maraton ini. Bivouac di Uyuni menyediakan tempat servis namun para pembalap dan para ahli navigasi harus memperbaiki dan memperbaiki kendaraan mereka tanpa bantuan dari para insinyur dan para mekanik di team mereka.
 
Bagi Toyota, seri maraton ini akan menghasilkan sebuah poin yang sangat krusial untuk menentukan peringkat para pembalap di klasmen keseluruhan. Walaupun rute dari seri ini dipersingkat karena kondisi cuaca yang buruk, terdapat banyak pasir di jalur yang akan ditempuh sehingga akan membuat jarak poin yang cukup besar antara para pembalap dengan pengumpulan  poin di papan atas. Pembalap TGRSA, Giniel #302 dan Pembalap Overdirve Toyota, Roma #305 telah sampai di bivouac dengan raut muka yang sangat fokus pada saat mereka mengecek kondisi kendaraan mereka masing-masing. Giniel melewati garis akhir di posisi ketiga dan Roma melwati garis akhir di posisi kelima. Hasil ini telah membuat Roma mendukuki posisi ketika di klasmen keseluruhan pada kategorinya. Untuk kategori production, pembalap TLC Christian Lavielle #327 dan Akira Miura #332, lagi-lagi telah mencapai hasil yang sempurna dengan melewati garis akhir di posisi pertama dan kedua.
 

Team Toyota berhasil membuktikan bahwa persiapan yang mereka lakukan kemarin telah terbayar di seri maraton ini. Selama hari beristirahat berlangsung di La Paz, TGRSA, Overdrive Toyota dan Land Cruiser sibuk mengecek kendaraan mereka masing-masing secara menyeluruh dan penuh dengan ketelitian. Hilux 4WD dan Land Cruiser harus mengeluarkan performa terbaiknya setiap hari, apalagi untuk seri maraton ini. Kendaraan harus dalam keadaan yang terbaik karena apapun bisa terjadi di seri maraton ini.
 
Sekilas info seputar seri yang akan dimulai besok: Dakar akan meninggalkan Bolivian Altiplano menuju ke jalur off-road pada paruh pertama special stage, dimana medan jalan melewati jalanan berair yang akan disusul oleh jalur bukit yang berpasir. Di wilayah Salta, Argentina sering kali dijadikan sebagai tempat untuk berkemah para peserta namun belum pernah dijadikan sebagai jalur utama yang harus dilewati oleh para peserta. Gerombolan para peserta rally ini akan bermain di ngarai yang baru dengan pemandangan yang luar biasa memukau. Jalur ini akan sangat menghibur para penonton sekaligus menjadi tantangan yang berharga bagi para peserta.

Berita Terkait

Comments

comments